Tuesday, July 6, 2010

Temanku...

Temanku

Angin menderu menyapa aku
bertanyakan khabar di angin lalu
oh rupanya dia ada di situ
namun wajahnya terbungkam sayu
mengapa begitu wahai temanku
wajahmu murung kedut seribu
masalah apa melanda dirimu
Aku tidak betah diam membisu
melihatkan dikau sedih begitu
izinkan aku menjadi pendengarmu
mendengar segala sedihmu
mendengar semua ceritamu
ya.. aku rela jadi pendampingmu
walaupun aku pernah kau tolak dahulu

p/s: sahabat lama muncul kembali. Setelah sekian lama tidak ketemu.
Hilang sudah ceria diwajahnya. Hidupnya gelap tidak berwarna.

No comments: